<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SIEJELEX &#187; Islam</title>
	<atom:link href="http://www.siejelex.net/category/wejangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.siejelex.net</link>
	<description>[ Tunjukkan Kamu Punya Masa Depan ]</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Nov 2011 05:33:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Penjual keset yang mulia</title>
		<link>http://www.siejelex.net/penjual-keset-yang-mulia/</link>
		<comments>http://www.siejelex.net/penjual-keset-yang-mulia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Dec 2010 02:54:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tambang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[bersedekah]]></category>
		<category><![CDATA[cermin]]></category>
		<category><![CDATA[contoh]]></category>
		<category><![CDATA[dagangan]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi]]></category>
		<category><![CDATA[keset]]></category>
		<category><![CDATA[shodaqoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.siejelex.net/?p=425</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah sebuah kisah nyata yang saya dengar langsung dari saksi yang tidak lain adalah tante saya sendiri. seorang penjual keset yang tak diketahui namanya, dia sendiri keliling kampung membopong keset &#8211; keset hasil jahitan tangan.  Bisa kita bayangkan berjalan sendirian dengan membawa beban berat ( barang dagangannya ) berkeliling kampung hanya dengan jalan kaki. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://www.siejelex.net/wp-content/plugins/vans-smiley/hai.gif' alt='&#58;&#104;&#97;&#105;&#58;' class='wp-smiley' width='50' height='50' title='&#58;&#104;&#97;&#105;&#58;' /><br />
Ini adalah sebuah kisah nyata yang saya dengar langsung dari saksi yang tidak lain adalah tante saya sendiri.<br />
seorang penjual keset yang tak diketahui namanya, dia sendiri keliling kampung membopong keset &#8211; keset hasil jahitan tangan.  Bisa kita bayangkan berjalan sendirian dengan membawa beban berat ( barang dagangannya ) berkeliling kampung hanya dengan jalan kaki. Tak cuma itu, pernahkah anda bayangkan bagaimana beban yang ia tanggung di rumahnya? itu yang tidak pernah kita tahu.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://w11.itrademarket.com/pdimage/71/2238471_02092010.jpg"><img class="aligncenter" title="ilustrasi gambar keset" src="http://w11.itrademarket.com/pdimage/71/2238471_02092010.jpg" alt="" width="326" height="245" /></a><em>Gambar ilustrasi</em> <span id="more-425"></span></p>
<p>Awalnya penjual keset bertemu dengan tanteku ketika dia hendak beristirahat di mushola/surau di depan rumah tante. Nah awalnya dia menawarkan keset &#8211; kesetnya pada tante, namun sayang tanteku memang sedang tidak membutuhkan keset untuk dirumahnya. Si penjual tak banyak bicara, dia hanya tersenyum dan segera mengemasi dagangannya kembali.</p>
<p>Setelah itu tanteku segera masuk ke rumah dan meninggalkan penjual keset sendiri di mushola/surau tersebut. Setelah beberapa lama tanteku berada di dalam rumah, menengok ke luar untuk melihat penjual keset tersebut. Namun setelah di liat dia telah tidak di surau itu lagi. Kemungkinan sudah melanjutkan perjalanan untuk mencari nafkah buat keluarganya.</p>
<p>Tak lama kemudian waktu asharpun datang, dan apa yang diperbuat oleh sang penjual keset tersebut?<br />
Dia meninggalkan keset dagangannya untuk digunakan di surau tersebut. Sungguh mulia sekali, pernahkan anda bayangkan berapa keuntungan dari menjual keset tersebut?Dibandingkan dengan berkeliling dari kampung ke kampung hasilnya tidak seberapa. Dia dengan ikhlas meninggalkan keset dagangannya untuk di shodaqohkan. Subhannallah&#8230;.</p>
<p>Benar &#8211; benar ini adalah contoh dan sekaligus cermin buat kita semua yang dalam kehidupannya terbilang lebih mampu dari penjual keset tersebut. Tapi pernahkah kita dengan ikhlas bersedekah? Mari kita sama &#8211; sama mengkoreksi diri kita masing- masing. Dan kita sama &#8211; sama doakan penjual keset tersebut agar mendapatkan berkah dah mendapatkan rezeki dari ALLAH SWT. Amminn..</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.siejelex.net/cara-reset-switch-hp-procurve-1810g/" rel="bookmark" class="crp_title">Cara reset switch hp procurve 1810G</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/system-monitoring-menggunakan-netwatch-di-mikrotik/" rel="bookmark" class="crp_title">System Monitoring menggunakan Netwatch di Mikrotik</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/bersedekah-di-jalan-allah-swt/" rel="bookmark" class="crp_title">Bersedekah di jalan ALLAH SWT</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/kiat-mengurangi-merokok-bahkan-stop-merokok/" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat mengurangi meROKOK bahkan STOP meROKOK</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/7-tahun-dalam-cengkraman-santet-polong/" rel="bookmark" class="crp_title">7 Tahun dalam Cengkraman Santet Polong</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/contextual-related-posts/">Contextual Related Posts</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.siejelex.net/penjual-keset-yang-mulia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum edarkan kotak infaq pada saat khutbah jumat</title>
		<link>http://www.siejelex.net/hukum-edarkan-kotak-infaq-pada-saat-khutbah-jumat/</link>
		<comments>http://www.siejelex.net/hukum-edarkan-kotak-infaq-pada-saat-khutbah-jumat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 02:44:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tambang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran]]></category>
		<category><![CDATA[dhuhur]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[kumat]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.siejelex.net/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu keistimewaan hari jum&#8217;at karena di dalamnya terdapat shalat Jum&#8217;at. Shalat Jum&#8217;at harus dikerjakan secara berjama&#8217;ah dan diawali dengan khutbah. Bahkan para Malaikat, ketika imam naik mimbar, akan menutup buku catatannya guna mendengarkan khutbah. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallah &#8216;anhu, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ “Maka apabila [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah  satu keistimewaan hari jum&#8217;at karena di dalamnya terdapat shalat Jum&#8217;at.  Shalat Jum&#8217;at harus dikerjakan secara berjama&#8217;ah dan diawali dengan  khutbah. Bahkan para Malaikat, ketika imam naik mimbar, akan menutup  buku catatannya guna mendengarkan khutbah.</p>
<p>Diriwayatkan  dari Abu Hurairah <em>radliyallah &#8216;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu  &#8216;alaihi wasallam </em>bersabda:</p>
<p><strong>فَإِذَا  خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ</strong></p>
<p>“<em>Maka  apabila imam telah keluar (dan memulai khutbah), malaikat hadir dan  ikut mendengarkan dzikir (khutbah).</em>” (Muttafaq &#8216;alaih; al Bukhari  no. 881 dan Muslim no. 850)</p>
<p>Yakni,  para malaikat menutup buku catatan mereka dan tidak mencatat tambahan  pahala bagi orang-orang yang datang dan masuk ke masjid setelah imam  naik mimbar.<span id="more-326"></span></p>
<p>Masih  dari Abu Hurairah, Rasulullah<em> shallallahu &#8216;alaihi wasallam </em>bersabda:</p>
<p><strong>إِذَا  كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ كَانَ عَلَى كُلِّ بَابٍ مِنْ أَبْوَابِ  الْمَسْجِدِ الْمَلَائِكَةُ يَكْتُبُونَ الْأَوَّلَ فَالْأَوَّلَ فَإِذَا  جَلَسَ الْإِمَامُ طَوَوْا الصُّحُفَ وَجَاءُوا يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ</strong></p>
<p>&#8220;<em>Apabila  hari Jum&#8217;at tiba, pada pintu-pintu masjid terdapat para Malaikat yang  mencatat urutan orang datang, yang pertama dicatat pertama. Jika imam  duduk, merekapun menutup buku catatan, dan ikut mendengarkan khutbah.</em>&#8221;  (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Menurut  Syaikh Abdul Aziz bin Bazz <em>rahimahullah</em>, &#8220;saat pertama dimulai,  sejak naiknya matahari. Karena orang yang akan mengerjakan shalat  Jum&#8217;at dianjurkan duduk di masjid setelah shalat Shubuh sampai terbit  matahari.&#8221; (Dituturkan oleh DR. Sa&#8217;id bin Ali al Qahthahi dalam Shalah  al Mukmin: 3/351)</p>
<blockquote><p>Para malaikat menutup buku catatan mereka  dan tidak mencatat tambahan pahala bagi orang-orang yang datang dan  masuk ke masjid setelah imam naik mimbar.</p></blockquote>
<p>Imam  Ahmad meriwayatkan dari Abu Ghalib, Abu Umamah, Rasulullah <em>shallallahu  &#8216;alaihi wasallam </em>bersabda,</p>
<p>&#8220;Para  Malaikat duduk pada hari Jum&#8217;at di depan pintu masjid dengan membawa  buku catatan untuk mencatat (orang-orang yang masuk masjid). Jika imam  keluar (dari rumahnya untuk shalat Jum&#8217;at), maka buku catatan itu  dilipat.&#8221;</p>
<p>Kemudian  Abu Ghalib bertanya, &#8220;wahai Abu Umamah, bukankah orang yang datang  sesudah imam keluar mendapat Jum&#8217;at? Ia menjawab, &#8220;tentu, tetapi ia  tidak termasuk golongan yang dicatat dalam buku catatan.&#8221; (Dihasankan  oleh Syaikh al Albani <em>rahimahullah</em> dalam Shahih al Targhib, no.  710)</p>
<p>Maka  kondisi terbaik ketika imam menyampaikan khutbah Jum&#8217;at adalah diam dan  mendengarkan dengan seksama. Tidak boleh melakukan hal-hal yang bisa  memalingkan konsentrasi dari mendengarkan khutbah.</p>
<p>Dari Abu  Hurairah, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p><strong>مَنْ  تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ  وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ  ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا</strong></p>
<p>&#8220;<em>Barangsiapa  berwudlu, lalu memperbagus (menyempurnakan) wudlunya, kemudian  mendatangi shalat Jum&#8217;at dan dilanjutkan mendengarkan dan memperhatikan  khutbah, maka dia akan diberikan ampunan atas dosa-dosa yang dilakukan  pada hari itu sampai dengan hari Jum&#8217;at berikutnya dan ditambah tiga  hari sesudahnya. Barangsiapa bermain-main krikil, maka sia-sialah  Jum&#8217;atnya.</em>&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Imam an  Nawawi <em>rahimahullah</em> menjelaskan dalam <em>Syarh Shahih Muslim</em>,  &#8220;dalam hadits tersebut terdapat larangan memegang-megang krikil dan  lainnya dari hal yang tak berguna pada waktu khutbah. Di dalamnya  terdapat isyarat agar menghadapkan hati dan anggota badan untuk  mendengarkan khutbah. Sedangkan makna <em>lagha </em>(perbuatan sia-sia)  adalah perbuatan batil yang tercela dan hilang pahalanya.&#8221;</p>
<p>Diriwayatkan  dalam Shahihain, dari Abu Hurairah, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi  wasallam</em> bersabda:</p>
<p><strong>إِذَا  قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ  فَقَدْ لَغَوْتَ</strong></p>
<p>&#8220;<em>Jika  engkau berkata pada temanmu pada hari Jum&#8217;at, &#8220;Diamlah!&#8221;, sewaktu imam  berkhutbah, berarti kemu telah berbuat sia-sia.</em>&#8221; (Muttafaq &#8216;Alaih,  lafadz milik al Bukhari)</p>
<p>Al-Hafidh  Ibnu Hajar dalam Fathul Baari berkata, &#8220;dalam hadits ini, Nabi <em>shallallahu  &#8216;alaihi wasallam</em> telah menetapkan bahwa memerintahkan diam saat  khutbah adalah bentuk <em>lahwun</em>, walaupun bentuknya perintah yang  ma&#8217;ruf dan melarang dari yang munkar. Hadits ini juga menunjukkan bahwa  setiap perkataan yang mengganggu dari mendengarkan khutbah, hukumnya  lahwun. Dan bila ingin memerintahkan diam orang yang bicara, dengan  isyarat.&#8221;</p>
<blockquote><p>. . . menunjukkan bahwa setiap perkataan  yang mengganggu dari mendengarkan khutbah, hukumnya lahwun. . .</p></blockquote>
<p>Beliau  menambahkan, “Hadits di atas dijadikan dalil larangan terhadap seluruh  macam perkataan pada saat khutbah, dan demikian itu pendapat mayoritas  ulama terhadap orang yang mendengarkan khutbah.”</p>
<p>Sedangkan  makna <strong><em>laghauta</em></strong>, menurut Imam al Shan&#8217;ani  dalam Subulus Salam, &#8220;. . . makna yang paling mendekati kebenaran adalah  pendapat Ibnul Muniir, yaitu yang tidak memiliki nilai baik. Adapula  yang mengatakan, (maknanya) batal keutamaan (pahala-pahala) Jum’atmu dan  nilainya seperti shalat Dhuhur.”</p>
<p>Dari  Ibnu &#8216;Abbas <em>radliyallah &#8216;anhu</em> bercerita, Rasulullah <em>shallallahu  &#8216;alaihi wasallam </em>bersabda,</p>
<p><strong>مَنْ تَكَلَّمَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ  وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَهُوَ كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا  وَاَلَّذِي يَقُولُ لَهُ : أَنْصِتْ لَيْسَتْ لَهُ جُمُعَةٌ </strong></p>
<p>&#8220;<em>Siapa  yang berbicara pada hari Jum&#8217;at, padahal imam sedang berkhutbah, maka  dia seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Dan orang  berkata kepada (saudara)-nya, &#8216;diamlah!&#8217;, tidak ada Jum&#8217;at baginya.</em>&#8221;  (HR. Ahmad, dengan sanad <em>la ba-tsa bih</em>).</p>
<p>Maksud  dari penyerupaan orang yang berbicara saat imam berkhutbah dengan  keledai yang membawa kitab yang tebal-tebal adalah karena dia tidak  mendapat manfaat yang besar, padahal dia telah susah-susah datang dan  capek untuk sampai ke masjid.</p>
<p>Sedangkan  Makna &#8220;tidak ada Jum&#8217;atan baginya&#8221; berarti dia tidak mendapatkan Jum&#8217;at  secara sempurna. Nilai Shalat Jum&#8217;atnya seperti shalat Dzuhur. (lihat  Fathul Baari: II/184 dan Subulus Salam: III/172)</p>
<blockquote><p>Makna &#8220;tidak ada Jum&#8217;atan baginya&#8221;  berarti dia tidak mendapatkan Jum&#8217;at secara sempurna. Nilai Shalat  Jum&#8217;atnya seperti shalat Dzuhur. .</p></blockquote>
<p><strong>Mengedarkan  kotak infak saat Imam berkhutbah</strong></p>
<p>Dari  ulasan di atas, sangat jelas sikap yang harus dilakukan oleh Jama&#8217;ah  Jum&#8217;ah, yaitu diam dan mendengarkan khutbah yang disampaikan imam dengan  seksama. Sehingga dia bisa mengambil manfaat dari khutbah yang  disampaikan. Jangan dia berbicara kepada kawannya atau melakukan  perbuatan yang bisa mengganggu dari mendengarkan dan memperhatikan  khutbah.</p>
<p>Realitas  berbeda sering ditemukan di kebanyakan masjid, kotak amal/kotak infaq  diedarkan saat imam naik mimbar dan khutbah sedang berlangsung. Ini  adalah kesalahan besar, karena mengganggu kekhusyu&#8217;an dalam mendengarkan  khutbah.</p>
<p>Di  sebagian masjid, kotak amal diedarkan oleh petugas. Ia berdiri saat  khutbah kedua untuk menjalankan kotak amal kepada Jama&#8217;ah, shaf demi  shaf. Maka ia telah melakukan kesalahan besar, tapi merasa telah berbuat  kebaikan.</p>
<p>Dalam  hal ini, kesalahan bukan hanya dilakukan oleh petugas tadi. Orang yang  berinfaq juga melakukan kesalahan, karena melakukan kegiatan yang  menyibukkan dari memperhatikan khutbah. Ia memasukkan tangannya ke saku,  mengeluarkan uang, dan memasukkannya ke kotak amal. Ini adalah  perbuatan sia-sia yang dilarang pada saat imam berkhutbah.</p>
<blockquote><p>Barangsiapa yang ingin berinfak,  hendaknya melakukannya sebelum dimulainya khutbah Jum&#8217;at atau sesudah  pelaksanaan shalat.</p></blockquote>
<p>Imam  Muslim meriwayatkan dalam shahihnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah<em> shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p>&#8220;<em>Barangsiapa  mengusap-usap kerikil, maka ia telah melakukan yang sia-sia.</em>&#8221;</p>
<p>Jika  sekedar mengusap-ngusap kerikil atau tikarnya saja dinilai sia-sia, lalu  bagaimana dengan orang yang berdiri mengedarkan kotak infak atau sibuk  memindahkan atau menjalankannya ke sampingnya? Lalu bagaimana juga  dengan kondisi orang yang sibuk mengambil uang di sakunya,  mengeluarkannya, lalu memasukkan ke kotak amal? Tentu jauh lebih  dianggap sia-sia. (Syaikh Wahid Abdul Salam Bali dalam <em>Al Kalimaat  al Naafi&#8217;ah fi Akhtha&#8217; al Sya-i&#8217;ah -</em>diterjemahkan dengan 474  Kesalahan Umum dalam akidah dan Ibadah beserta koreksinya- hal. 349)</p>
<blockquote><p>Jika sekedar mengusap-ngusap kerikil atau  tikarnya saja dinilai sia-sia, lalu bagaimana dengan orang yang berdiri  mengedarkan kotak infak atau sibuk memindahkan atau menjalankannya ke  sampingnya?</p></blockquote>
<p>Jadi,  memutar kotak amal pada saat shalat jum’at di saat imam berkutbah  hukumnya tidak boleh, karena mengganggu seseorang dari mendengarkan dan  memperhatikan  khutbah. Akibatnya, orang yang melakukan kesalahan ini  akan kehilangan keutamaan shalat Jum&#8217;at. Ibadah Jum&#8217;atnya seperti  melaksanakan shalat dzuhur.</p>
<p>Sebagai  gantinya, kotak amal bisa diletakkan di samping pintu sehingga setiap  orang yang ingin bersedekah bisa memanfaatkannya, baik sebelum khutbah  dimulai atau sesudah shalat.</p>
<p><strong>Oleh:  Badrul Tamam</strong></p>
<p>(PurWD/voa-islam.com)</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.siejelex.net/mewaspadai-bahaya-narkoba-pandangan-islam/" rel="bookmark" class="crp_title">Mewaspadai bahaya narkoba pandangan islam</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/bersedekah-di-jalan-allah-swt/" rel="bookmark" class="crp_title">Bersedekah di jalan ALLAH SWT</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/persepsi-tentang-ajaran-islami-dikalangan-masyarakat-luas/" rel="bookmark" class="crp_title">Persepsi tentang ajaran Islami dikalangan masyarakat luas</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/kiat-mengurangi-merokok-bahkan-stop-merokok/" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat mengurangi meROKOK bahkan STOP meROKOK</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/70/" rel="bookmark" class="crp_title">Tips Aman Bertransaksi di ATM</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/contextual-related-posts/">Contextual Related Posts</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.siejelex.net/hukum-edarkan-kotak-infaq-pada-saat-khutbah-jumat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mewaspadai bahaya narkoba pandangan islam</title>
		<link>http://www.siejelex.net/mewaspadai-bahaya-narkoba-pandangan-islam/</link>
		<comments>http://www.siejelex.net/mewaspadai-bahaya-narkoba-pandangan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 02:45:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tambang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[haram]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[khamr]]></category>
		<category><![CDATA[narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[perkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.siejelex.net/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum.wr.wb Untuk Kali ini saya akan berbagi article islami yang mungkin sangat berharga saat nanti kita berhadapan dengan dunia akhirat. Baiklah mari kita simak. Akhir-akhir ini di saat negara kita tertimpa krisis ekonomi, sosial dan politik, kabarnya justru banyak pemakai benda-benda terlaknat (memabukkan) yang meliputi minuman keras, narkotika dan pil-pil setan serta obat-obat terlarang, laksana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum.wr.wb</p>
<p>Untuk Kali ini saya akan berbagi article islami yang mungkin sangat berharga saat nanti kita berhadapan dengan dunia akhirat. Baiklah mari kita simak.<img src='http://www.siejelex.net/wp-content/plugins/vans-smiley/adaide.gif' alt='&#58;&#97;&#100;&#97;&#105;&#100;&#101;&#58;' class='wp-smiley' width='50' height='50' title='&#58;&#97;&#100;&#97;&#105;&#100;&#101;&#58;' /></p>
<p>Akhir-akhir ini di saat negara kita tertimpa krisis ekonomi, sosial dan politik, kabarnya justru banyak pemakai benda-benda terlaknat (memabukkan) yang meliputi minuman keras, narkotika dan pil-pil setan serta obat-obat terlarang, laksana air bah yang tidak terbendung. Padahal sudah diketahui bersama bahwa tidak ada satupun agama di bumi ini yang memandang baik terhadap para pemakai benda-benda tadi, bahkan sangat mencela para pelakunya.</p>
<p>Dr. Abd. Wahab Khalil dalam majalah &#8220;Kebudayaan Islam&#8221; memberikan penjelasan: &#8220;Jika kita tanyakan kepada seluruh ulama di bidang agama, atau di bidang kedokteran, moral (etika), ataupun ekonomi tentang soal minuman keras ini, maka jawaban mereka sama, yaitu melarang minum minuman keras secara tegas&#8221;.<span id="more-230"></span>Narkoba dalam pandangan Islam</p>
<p>Menurut Imam Adz-Dzahabi; bahwa semua benda yang dapat menghilangkan akal (jika diminum atau dimakan atau dimasukkan ke badan), baik ia berupa benda padat, ataupun cair, makanan atau minuman, adalah termasuk khamr, dan telah diharamkan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala sampai hari kiamat. Allah berfirman, artinya: &#8220;Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan, maka jauhilah perbuatan itu agar kamu beruntung. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbul-kan permusuhan dan kebencian di antaramu lantaran minum khamr dan berjudi, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu mengerjakan perbuatan itu&#8221;. (Al-Maa&#8217;idah: 90-91).</p>
<p>Jikalau kita melihat kenyataan yang terjadi di sekitar kita akan tampak bahwa pemakaian narkoba (narkotika, obat-obat terlarang dan alkohol) ini melahirkan tindak kriminal yang banyak. Perbuatan jahat seperti mencopet, mencuri, merampok sampai membunuh dan tindakan amoral seperti perzinaan, pemerkosaan serta pelecehan seksual lainnya, tidak sedikit yang diakibatkan pemakaian benda terlaknat tersebut. Pantaslah jika Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:<br />
&#8220;Jauhilah oleh kalian khamr, karena sesungguh-nya ia adalah induk segala kejahatan&#8221;.(HR. Al-Hakim, dari Ibnu Abbas).</p>
<p>Narkoba dalam tinjauan kesehatan</p>
<p>Khamr dapat mengancam kehidupan manusia, karena dapat mengakibatkan bahaya yang tidak kecil artinya, seperti penyakit paru-paru. Ia juga sangat membahayakan tubuh karena dapat melemahkan daya imunitas (kekebalan tubuh) terhadap penyakit, dan berpengaruh terhadap organ tubuh khususnya terhadap liver (hati), juga bisa melemahkan intensitas kerja syaraf. Oleh karena itu tak ayal lagi khamr merupakan sebab utama dari berbagai macam penyakit syaraf, juga merupakan faktor terpenting penyebab kegilaan, kesengsaraan dan tindakan kriminal.</p>
<p>Di bawah ini adalah keterangan-keterangan dari Rasulullah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tentang celaan terhadap para pemakai narkoba:</p>
<p>1. Para pemakai narkoba seperti penyembah berhala</p>
<p>Dalam suatu riwayat disebutkan:<br />
&#8220;Barangsiapa minum khamr tidak sampai mabuk maka Allah berpaling darinya selama empat puluh malam, dan barangsiapa minum sampai mabuk tidak diterima sedekah dan perbuatannya, selama empat puluh malam, dan apabila ia mati (dalam keadaan demikian maka ia mati) seperti (matinya) penyembah berhala, dan Allah pasti memberikan minuman Thinatul Khabal &#8220;. Lalu para sahabat bertanya: &#8220;Apakah Thinatul Khabal itu wahai Rasulullah ?&#8221; Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menjawab: &#8220;(Yaitu air) perahan tubuh penghuni neraka (yaitu) nanah dan darah&#8221;.</p>
<p>2. Para pemakai narkoba apabila mati sebelum bertaubat tidak akan masuk surga.</p>
<p>Dalam sebuah hadits dari Ibnu Umar radhiallahu anhu bahwa Rasulullah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Tidak akan masuk surga siapa yang durhaka kepada kedua orang tua dan tidak pula para peminum khamr&#8221;. (HR Nasa&#8217;i, Ahmad, Al-Bazar, Al-Hakim dengan sanad yang shahih).</p>
<p>Dan dalam riwayat yang lain disebutkan, yang artinya: &#8220;Tiga golongan yang diharamkan Allah atasnya surga, (yaitu) peminum khamr, yang durhaka kepada kedua orang tua, dan dayyuts yaitu yang membiarkan kemungkaran pada keluarganya&#8221;. (Musnad Al-Imam Ahmad No.6059 dari Salim bin Ibnu Umar).</p>
<p>3. Barangsiapa yang mabuk tidak diterima shalatnya.</p>
<p>Dari Abdullah bin Umarzia berkata: Rasulullah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:<br />
&#8220;Barangsiapa minum khamar di dunia maka Allah tidak menerima shalatnya 40 hari (arba&#8217;iina shobaahan) , lalu apabila ia bertobat maka Allah menerima tobatnya. Lalu apabila ia kembali (minum khamar) maka Allah tidak menerima shalatnya 40 hari. Lalu apabila ia bertobat maka Allah menerima tobatnya, lalu apabila ia kembali (minum khamar) maka Allah tidak menerima shalatnya 40 hari. Lalu apabila ia bertobat, Allah menerima tobatnya. Lalu apabila ia kembali (minum khamr) yang keempat kalinya maka Allah tidak menerima shalatnya 40 hari, lalu apabila ia bertobat maka Allah tidak menerima tobatnya, dan memberinya minum dari sungai nanah dan darah. (HR At-Tirmidzi dan dihasankannya, kemudian dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami&#8217; 6312).<br />
4. Para peminum khamr hilang kesempurnaan imannya.<br />
&#8220;Tidaklah mencuri si pencuri sedang ia mukmin (dengan keimanan yang sempurna), dan tidaklah berzina orang yang melakukan zina sedang ia mukmin (dengan keimanan yang sempurna), dan tidaklah minum khamr si peminum sedang ia mukmin (dengan keimanan yang sempurna)&#8221;.(HR Bukhori, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa&#8217;i).<br />
Di dalam riwayat dari Ibnu Umar radhiallaahu anhu ia berkata, Rasulullah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, artinya: &#8220;Setiap yang memabukkan itu adalah khamr, dan setiap yang memabukkan itu adalah haram, dan barangsiapa minum khamr di dunia lalu ia mati sedang dia membiasakannya dan tidak bertobat, maka ia tidak akan meminumnya di akherat.&#8221; (Dikeluarkan oleh Muslim 2003).<br />
5. Orang-orang yang terlibat dalam khamr ini semuanya terlaknat.<br />
Dari Ibnu Abbas radhiallaahu anhu bahwa Rasulullah shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:<br />
&#8220;Jibril telah datang kepadaku dan berkata: &#8220;Wahai Muhammad sesungguhnya Allah telah melaknat (dalam masalah khamr) ini adalah produsen (pembuatnya), distributor (pengedarnya), penjual-nya, pembelinya, peminumnya, pemakan uang hasilnya, pembawanya, yang dibawakan untuknya, penuangnya, (orang) yang dituangkan (khamr) untuknya&#8221;. (Diriwayatkan Imam Ahmad dengan sanad shahih, dan Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya, serta Al-Hakim, dan dikatakan shahih oleh Mundziri).<br />
6.Dilarang berobat dengan menggunakan khamr.<br />
Menurut para ulama tidak diperbolehkan pengobatan dengan menggunakan khamr, berdasarkan riwayat dari Thariq bin Suwaid radhiallaahu anhu bahwasanya ia bertanya kepada Nabi Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tentang khamr, maka beliau melarangnya, maka ia (Thariq) berkata: &#8220;Sesungguhnya aku membuatnya itu hanyalah untuk obat.&#8221; Maka beliau berkata:<br />
&#8220;Sesungguhnya dia (khamar) itu bukanlah obat, tetapi penyakit.&#8221; (Dikeluarkan oleh Muslim 1948).<br />
Begitulah Rasulullah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mencela para peminum khomr tersebut hingga berobat dengannya juga tidak boleh, dan seandainya ada sebagian orang menganggap bahwa padanya ada kemanfaatan maka Allah telah menjelaskan dalam Al-Qur&#8217;an bahwa bahayanya lebih besar daripada manfaatnya. Hanya orang yang bodoh sajalah yang mengambil sesuatu yang kecil manfaatnya dengan resiko yang besar.<br />
Dalam hal ini para sahabat Nabi Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam begitu gigih melarang minum khamr, sampai Umar bin Khatthab melipat gandakan hukuman cambuk bagi peminum khamr ini, dan amat membenci para pelakunya setelah diharamkannya, bahkan sebagian ulama (menurut Imam Adz-Dzahabi) melarang memberi salam kepadanya, tidak menjenguknya tatkala mereka sakit, serta tidak mendatanginya (menyaksikan) jenazahnya sewaktu mereka meninggal. Na&#8217;udzubilah min dzalik. (Agus Efendi/ hart).</p>
<p>Diambil dari kitab Al-Kabair (Adz-Dzahabi), Fiqhus Sunnah (Syaikh Sayyid Sabiq), dan Ad-Durus al-Yaumiyyah minas sunani wal ahkamis syar&#8217;iyyah (Rasyid bin Husin al-Abd Al-Karim).</p>
<p>Hmm&#8230;Jadi tenang &#8230; <img src='http://www.siejelex.net/wp-content/plugins/vans-smiley/bye.gif' alt='&#58;&#98;&#121;&#101;&#58;' class='wp-smiley' width='50' height='50' title='&#58;&#98;&#121;&#101;&#58;' /><img src='http://www.siejelex.net/wp-content/plugins/vans-smiley/bye.gif' alt='&#58;&#98;&#121;&#101;&#58;' class='wp-smiley' width='50' height='50' title='&#58;&#98;&#121;&#101;&#58;' /></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.siejelex.net/hukum-edarkan-kotak-infaq-pada-saat-khutbah-jumat/" rel="bookmark" class="crp_title">Hukum edarkan kotak infaq pada saat khutbah jumat</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/bersedekah-di-jalan-allah-swt/" rel="bookmark" class="crp_title">Bersedekah di jalan ALLAH SWT</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/kiat-mengurangi-merokok-bahkan-stop-merokok/" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat mengurangi meROKOK bahkan STOP meROKOK</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/7-tahun-dalam-cengkraman-santet-polong/" rel="bookmark" class="crp_title">7 Tahun dalam Cengkraman Santet Polong</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/persepsi-tentang-ajaran-islami-dikalangan-masyarakat-luas/" rel="bookmark" class="crp_title">Persepsi tentang ajaran Islami dikalangan masyarakat luas</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/contextual-related-posts/">Contextual Related Posts</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.siejelex.net/mewaspadai-bahaya-narkoba-pandangan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persepsi tentang ajaran Islami dikalangan masyarakat luas</title>
		<link>http://www.siejelex.net/persepsi-tentang-ajaran-islami-dikalangan-masyarakat-luas/</link>
		<comments>http://www.siejelex.net/persepsi-tentang-ajaran-islami-dikalangan-masyarakat-luas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 10:20:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tambang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[masa]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Taman pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[TPA]]></category>
		<category><![CDATA[zaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.siejelex.net/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum.WR.WB Syukur alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk menuliskan post yang ini, dan masih dalam keadaan sehat walafiat. Semoga yang membaca juga masih dalam keadaan sehat walafiat.Amin&#8230;.. Kali ini saya akan membahas yang kemarin sudah pernah saya dengarkan di acara khutbah jumat, mengenai persepsi masyarakat luas saat ini tentang fasilitas-fasilitas yang dimiliki agama islam, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum.WR.WB</p>
<p>Syukur alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk menuliskan post yang ini, dan masih dalam keadaan sehat walafiat. Semoga yang membaca juga masih dalam keadaan sehat walafiat.Amin&#8230;..</p>
<p>Kali ini saya akan membahas yang kemarin sudah pernah saya dengarkan di acara khutbah jumat, mengenai persepsi masyarakat luas saat ini tentang fasilitas-fasilitas yang dimiliki agama islam, dan bagaimana yang sebenarnya ?? Baiklah silahkan disimak yang di bawah ini <img src='http://www.siejelex.net/wp-content/plugins/vans-smiley/malu.gif' alt='&#58;&#109;&#97;&#108;&#117;&#58;' class='wp-smiley' width='50' height='50' title='&#58;&#109;&#97;&#108;&#117;&#58;' /><span id="more-190"></span></p>
<p>Pendapat masyarakat masa kini dengan zaman dulu benar-benar berbeda jauh, bagaimana tidak, banyak yang menjadi salah kaprah dan ada juga sebagian yang menyesatkan. Saya ambil beberapa contoh, pada zaman Rasullullah s.a.w dulu sebuah masjid tidak hanya di fungsikan sebagai tempat beribadah, tetapi zaman dahulu Rasullullah s.a.w juga memfungsikan sebuah masjid menjadi tempat/markas dalam menyusun strategi dalam memerangi kafir. Jika yang sekarang ini masjid hanya dijadikan tempat untuk beribadah, dan tidak jarang yang masih belum memiliki TPA di masjidnya dan hanya digunakan sebagai tempat peristirahatan saja.</p>
<p>Contoh yang lain mengenai peradaban manusia di masa kini telah berbalik dan berubah haluan. Yang dulunya pada masa kecil rajin ke TPA dan belajar ilmu agama islam, tapi ketika umur sudah beranjak dewasa malah berubah, memang bener anaknya yang ke TPA tapi dia lupa bahwa dy sebetulnya juga harus terus memperbanyak ilmu agamanya. Jadi bukan semakin tua, semakin jauh dan tidak mempelajari Ilmu agama.</p>
<p>TPA yang seharusnya menjadi tempat mempelajari agama islam kini orang malah merubah pemikirannya, dari awalnya TPA = &#8220;Taman Pendidikan Al-Quran&#8221; menjadi TPA=&#8221;Taman Pendidikan Anak&#8221;. Ini sudah mulai mengakar sampai kedalam-dalam. Sungguh sangat menyedihkan bukan?. Kita sebagai orang muslim harusnya sudah mulai mengajak sahabat-sahabat sesama muslim untuk memperbanya ilmu agamanya. Prosentase pertumbuhan masjid di Dunia memang sangat pesat sekali, tapi perilaku muslimin dan muslimatnya yang masih kurang menonjol.</p>
<p>Banyak cara untuk mengatas hal-hal di atas, sebagai contoh pengajian-pengajian agama yang akan memberikan pandangan dan pengetahuan tentang unsur-unsur ilmu islami. Ini sangat baik, akan lebih baik jika remaja-remaja muslim di dunia membentuk dan mengadakan acara-acara demikian, dengan demikian proses menuju Islam yang kuat akan segera terwujud.</p>
<p>Jadi apa yang mesti kita lakukan untuk diri kita sendiri??? tegakkan tiang islam di dalam diri kita, jangan sampai di bengkokkan dengan mudah oleh iblis yang bisa saja setiap saat akan menggoda dan membengkokkan tiang islami kita.</p>
<p>Sampai disini dulu&#8230;.<img src='http://www.siejelex.net/wp-content/plugins/vans-smiley/bye.gif' alt='&#58;&#98;&#121;&#101;&#58;' class='wp-smiley' width='50' height='50' title='&#58;&#98;&#121;&#101;&#58;' /></p>
<p>Wassalamualaikum.wr.rb</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.siejelex.net/bersedekah-di-jalan-allah-swt/" rel="bookmark" class="crp_title">Bersedekah di jalan ALLAH SWT</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/tahukan-apa-domain-com-pertama-didunia/" rel="bookmark" class="crp_title">Tahukan apa domain .com pertama didunia??</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/sebuah-motifasi-dari-anak-indonesia/" rel="bookmark" class="crp_title">Sebuah Motifasi dari anak INDONESIA</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/open-mesh-hotspot-masa-kini-easy-setup/" rel="bookmark" class="crp_title">Open Mesh Hotspot Masa kini Easy Setup</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/mewaspadai-bahaya-narkoba-pandangan-islam/" rel="bookmark" class="crp_title">Mewaspadai bahaya narkoba pandangan islam</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/contextual-related-posts/">Contextual Related Posts</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.siejelex.net/persepsi-tentang-ajaran-islami-dikalangan-masyarakat-luas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersedekah di jalan ALLAH SWT</title>
		<link>http://www.siejelex.net/bersedekah-di-jalan-allah-swt/</link>
		<comments>http://www.siejelex.net/bersedekah-di-jalan-allah-swt/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 13:31:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tambang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[jumat]]></category>
		<category><![CDATA[pejabat]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[takwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.siejelex.net/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum.wr.wb Wejangan tadi siang di khutbah jumat nih .. hehehehe (padahal biasanya ketiduran lho pas jumatan &#8230;) ckckck perilaku yang buruk &#8230; Jadi gini nih tadi kata pak khotib tadi siang, simak ya &#8230; : Berapapun harta yang kita miliki, jika kita berada di jalan yang salah, maka sia-sialah harta yang kita miliki itu. Dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum.wr.wb</p>
<p>Wejangan tadi siang di khutbah jumat nih .. hehehehe (padahal biasanya ketiduran lho pas jumatan &#8230;) ckckck perilaku yang buruk &#8230;</p>
<p>Jadi gini nih tadi kata pak khotib tadi siang, simak ya &#8230; :</p>
<p>Berapapun harta yang kita miliki, jika kita berada di jalan yang salah, maka sia-sialah harta yang kita miliki itu. Dan sebaliknya berapapun harta yang kita miliki, kalo itu ada di jalan ALLAH SWT pasti harta tersebut akan barokah.<span id="more-154"></span></p>
<p>Pejabat-pejabat yang punya harta melimpah, tanah di mana-mana belum tentu nantinya dia di akhirat akan semakmur dia ada di dunia jika hartanya tidak pernah menyentuh jalan ALLAH SWT. Orang bersedakah juga belum tentu dia telah menjalankan bersedekah di jalan ALLAH, harta yang telah dia sedekahkan mungkin secara nyata sudah diterima oleh yang berhak, tetapi hanya karena tidak di imbangi dengan takwa, harta yang telah di sedekahkan itu bisa menjadi tidak barakah lagi.</p>
<p>&#8221; lebih baik sedekahkan sedikit hartamu dengan ikhlas dan imbangi dengan takwa kepada ALLAH SWT, daripada banyak yang disedekahkan, tetapi tanpa diimbangi dengan takwa kepada ALLAH SWT&#8221;</p>
<p>Sudah banyak orang-orang yang terjerumus dalam mengansumsikan bersedekah di jalan ALLAH SWT. Mengapa bisa terjadi hal-hal yang seharusnya tidak boleh terjadi bagi umat muslim. Ini semua karena kurangnya minat umat muslim untuk lebih mendalami lagi ajaran agama islam.</p>
<p>Mari kita berbondong-bondong untuk ikut bersedekah di jalan ALLAH, di jalan menuju akhirat kelak. Semoga amal ibadah kita diterima oleh ALLAH SWT. Amin</p>
<p>Wassalamualaikum.wr.wb</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.siejelex.net/mewaspadai-bahaya-narkoba-pandangan-islam/" rel="bookmark" class="crp_title">Mewaspadai bahaya narkoba pandangan islam</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/penjual-keset-yang-mulia/" rel="bookmark" class="crp_title">Penjual keset yang mulia</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/persepsi-tentang-ajaran-islami-dikalangan-masyarakat-luas/" rel="bookmark" class="crp_title">Persepsi tentang ajaran Islami dikalangan masyarakat luas</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/eoip-vlan-vpn/" rel="bookmark" class="crp_title">EoIP, VLAN, VPN</a></li><li><a href="http://www.siejelex.net/kiat-mengurangi-merokok-bahkan-stop-merokok/" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat mengurangi meROKOK bahkan STOP meROKOK</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/contextual-related-posts/">Contextual Related Posts</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.siejelex.net/bersedekah-di-jalan-allah-swt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

